Pembangunan infrastruktur di Jakarta makin gencar, di antaranya adanya proyek MRT. Di mana saling menghubungkan berbagai titik penting kota agar mudah dijangkau masyarakat. Di kawasan Dukuh Atas telah dibuat jembatan melingkar sebagai bagian dari konsep Transit Oriented Development alias TOD. Peran strategis jembatan ini berguna dalam mengoptimalkan mobilitas serta mengurangi kemacetan di pusat kota. Dalam proyek ambisius tersebut, digunakan geotextile non woven untuk infrastruktur, sebagai solusi terbaik untuk mendukung perkuatan struktur. Ketahanan jembatan melingkar  di Dukuh Atas makin terjaga dan tahan lama. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Manfaat Geotextile Non Woven untuk Optimalisasi Proyek Pengecoran Lahan Irigasi
Kelebihan Geotextile non woven untuk Alas Pengecoran

Pembangunan Infrastruktur MRT Dukuh Atas 

Geotextile Non Woven merupakan bahan geotekstil yang digunakan untuk memperkuat tanah dan stabilitas struktur. Sifatnya sangat kuat tetapi fleksibel, sehingga cocok digunakan untuk area yang butuh penguatan tanah. Contohnya di sekitaran jalur pejalan kaki, serta area komersial di jembatan melingkar Dukuh Atas. 

Penggunaan bahan geotextile PET dalam proyek satu ini berguna dalam peningkatan daya tahan struktur konstruksi. Tanah bangunan jadi tetap stabil, serta pergerakan tanah yang mengganggu kestabilan jembatan dapat dicegah. Cara kerja jenis plastik ini dengan menyebarkan beban dan mengurangi kemungkinan adanya penurunan tanah, yang membahayakan kestabilan bangunan. Ini memungkinkan meningkatnya daya dukung tanah. Konstruksi di area padat dan dinamis seperti Dukuh Atas dapat dilakukan makin mudah. 

Penguatan Struktur dan Pengelolaan Drainase

Keunggulan bahan geotextile non woven ialah kemampuannya dalam bantu penguatan struktur tanah. Dalam kasus MRT Dukuh Atas, bahan ini berfungsi mengatasi pergerakan tanah yang dapat mengurangi kestabilan jembatan melingkar. Tanah di bawah jembatan turt terjaga kestabilannya meski ada beban berat dari lalu lintas dan faktor lainnya. 

Peran penting lainnya dalam pengelolaan drainase. Material tersebut memungkinkan air mengalir melalui lapisan geotextile tanpa merusak kestabilan tanah di bawahnya. Terutama dalam kondisi yang rawan erosi, pada proyek Dukuh Atas yang berada di area perkotaan padat dapat mengurangi resiko erosi tanah. Air dapat tersalurkan makin efisien tidak bercampur partikel kecil yang terbawa arus. Penyumbatan dan kelancaran aliran air dapat tetap terjaga, tidak hanya di lapisan jalan jembatan serta bagian pondasinya. 

Penggunaan Geotextile Non Woven pada Taman Kering/Kerikil

Solusi Geotextile Non Woven untuk Mengatasi Tantangan Tanah dan Cuaca Ekstrem

Masalah umum yang tidak dapat dicegah salah satunya cuaca ekstrem. Meski di wilayah perkotaan, problem ini kerap menjadi bahan perhatian sebelum membangun konstruksi. Kota Jakarta dikenal karena suhu panas dan intensitas paparan sinar UV yang tinggi. Akibat alasan tersebut dibutuhkan material pendukung yang tahan lama dalam jangka panjang. 

Menggunakan geotextile non woven, terutama yang berbahan polyester (PET), terjamin karena ketahanannya dalam kondisi ekstrim. Material tersebut mampu bertahan dari paparan sinar UV selama 36 tahun, bahkan dapat bertahan sampai 200 tahun jika tertimbun tanah. Ketahanan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa proyek MRT Dukuh atas bisa bertahan lama. Mampu berdiri walau terpapar suhu tinggi, gempuran hujan, dan lainnya. Geotextile Non Woven menjamin jembatan melingkar dan seluruh strukturnya tetap kokoh, bahkan dalam kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Jakarta. 

Geotextile PET Mendukung Konektivitas Moda Transportasi

Konektivitas moda transportasi jadi aspek penting untuk pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD). Geotextile Non Woven memiliki daya tahan yang unggul dibandingkan dengan material lainnya, berkat lapisan alami UV yang membuatnya tahan terhadap paparan sinar matahari. Di samping, fungsinya untuk menjadi lapisan pemisah antara jenis tanah dasar lunak dan partikel kasar. Pencegahan pencampuran timbunan harus dilakukan, agar tidak terjadi penurunan akibat penimbunan yang tidak merata. Kadang ada beberapa kasus, lapisan geotekstil digunakan untuk lapisan bantalan, yang melindungi geomembran dari kerusakan konstruksi bahkan penggunaan jembatan. Hasilnya biaya pemeliharaan bangunan lebih berkurang. Ini mendukung kelangsungan infrastruktur yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 9151 338  (Anna) atau: Email: info@urbanplastic.id .