Pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi tonggak penting dalam transformasi sektor akuakultur Indonesia.
Dalam proyek ini, geomembrane berperan sebagai lapisan dasar kolam yang mendukung efisiensi budidaya, menjaga kualitas air, dan menunjang sistem Integrated Shrimp Farming (ISF) yang lebih modern serta berkelanjutan.
Dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun dan luas area sekitar 2.150 hektare, proyek ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi hingga puluhan ribu ton per tahun, tetapi juga pada penerapan teknologi modern yang efisien dan ramah lingkungan.
Konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) dalam Proyek Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur
Konsep Integrated Shrimp Farming (ISF) dalam proyek ini sebenarnya mengacu pada sistem budidaya udang yang dirancang secara menyeluruh, mulai dari pengambilan air, proses pembesaran udang, hingga pengolahan limbah. Setiap bagian tidak bekerja sendiri, tetapi saling terhubung agar operasional tambak lebih efisien, produktif, dan terkontrol.
Dalam penerapannya di daerah Waingapu, Sumba Timur, sistem intake air laut di sekitarnya akan difungsikan untuk menyuplai air baku secara terukur ke area tambak.
Air tersebut kemudian dialirkan ke kolam budidaya berteknologi tinggi yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan udang secara optimal. Selama proses budidaya, kualitas air dijaga melalui sistem distribusi dan manajemen air agar kondisi kolam tetap stabil dan sesuai kebutuhan udang.
Proses Pengolahan Limbah Tambak Udang
Di sisi lain, proyek ini juga dilengkapi instalasi pengolahan limbah (IPAL) untuk mengelola sisa air budidaya sebelum dilepas atau digunakan kembali, sehingga dampaknya terhadap lingkungan bisa ditekan. Sementara itu, keberadaan fasilitas pendukung seperti gudang pakan, jalur logistik, dan sarana operasional membantu kelancaran aktivitas tambak secara keseluruhan.
Melalui pendekatan terintegrasi ini, kualitas air jadi bisa lebih terjaga, risiko penyakit mudah dikendalikan, dan potensi produktivitas tambak dapat meningkat dibandingkan sistem budidaya konvensional.
Di tahap inilah, Urban Farming hadir dengan menyediakan berbagai kebutuhan material penting, seperti geomembrane yang dapat menjadi pelapis untuk memastikan bahwa seluruh siklus air tetap terkendali dan tidak mencemari lingkungan sekitar.
Aplikasi Geomembrane Urban Plastic Pada Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur
Dalam proyek tambak udang terintegrasi seperti di Waingapu, penggunaan geomembrane merupakan hal yang sangat krusial, sehingga kualitasnya harus menjadi pertimbangan utama. Itulah mengapa, Urban Plastic hadir sebagai penyedia geomembrane yang berkualitas agar air tambak tidak meresap ke dalam tanah dan mencegah kontaminan didalamnya dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.
Konsep yang diterapkan dalam proyek ini adalah Integrated Shrimp Farming (ISF) yang untuk mengintegrasikan seluruh tahapan budidaya udang agar lebih efisien, terukur, dan ramah lingkungan dibandingkan pola konvensional.
Dalam sistem tersebut, Urban Plastic menghadirkan geomembrane berkualitas yang memegang peran penting sebagai lapisan pelindung dan pengendali kualitas pada berbagai bagian tambak, seperti:
1. Kolam Utama Budidaya
Pada kolam utama budidaya, geomembrane digunakan untuk melapisi dasar dan dinding kolam agar air tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Hal ini membantu menjaga kualitas air tetap stabil, mengurangi risiko kontaminasi, serta memudahkan proses pembersihan kolam setelah panen.
2. Kolam Penampungan Air (Reservoir)
Selain itu, geomembrane ini juga diaplikasikan pada kolam penampungan air (reservoir), geomembrane berfungsi menjaga cadangan air tetap bersih dan meminimalkan kebocoran. Air yang disimpan di reservoir ini akan menjadi lebih mudah dikontrol kualitasnya sebelum dialirkan ke kolam budidaya.
3. Kolam Pengolahan Limbah (IPAL)
Terakhir, geomembrane dari Urban Plastic juga digunakan pada kolam pengolahan limbah (IPAL), untuk menahan air limbah agar tidak meresap ke tanah dan mencemari lingkungan sekitar. Dengan begitu, proses pengolahan limbah dapat berjalan lebih aman dan sesuai prinsip budidaya berkelanjutan.
Kemudian geomembrane ini juga diaplikasikan pada saluran distribusi air untuk menjaga aliran air tetap efisien dan mengurangi potensi kehilangan air selama proses distribusi.
Penggunaan material yang masif dari geomembrane pada seluruh bagian tambak ini tentu akan bekerja efektif dalam menciptakan siklus air dalam tambak menjadi lebih terkendali, mulai dari air masuk, digunakan untuk budidaya, hingga limbah yang diolah sebelum dibuang atau dimanfaatkan kembali.
Standar Material Geomembrane untuk Tambak Udang
Dalam proyek tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur, geomembrane yang digunakan harus memiliki kualitas tinggi agar mampu digunakan dalam jangka panjang.
Beberapa standar penting yang perlu diperhatikan meliputi tahan sinar UV, tahan bahan kimia dan salinitas tinggi, memiliki kekuatan tarik yang baik, awet, serta ketebalan yang sesuai standar industri. Spesifikasi ini penting untuk menjaga kolam tetap aman, minim kebocoran, dan mendukung efisiensi budidaya.
Dalam hal ini, Urban Plastic sebagai produsen geomembrane tentu dapat menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan material untuk tambak udang modern agar operasional tambak jadi lebih efisien, tahan lama, dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geomembrane merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id