Hendak membangun infrastruktur ringan seperti, trotoar atau area sekeliling rumah supaya tampak lebih rapi dan rata untuk waktu yang lama? Maka paving block adalah jawaban utamanya! Namun, membangun paving block, khususnya dalam posisi landscape tentu tidak boleh sembarangan!
Pasalnya, metode yang salah dapat menyebabkan jalanan berpaving, sering kali terjadi penurunan tanah, pergeseran struktur, sehingga tidak akan menjadi rata di kemudian hari.
Untuk mengatasi permasalahan ini, maka instalasi geotextile non-woven di jalanan berpaving menjadi solusi yang wajib dilakukan bagi Anda ataupun para kontraktor. Cek cara pemasangan lengkapnya pada artikel di bawah inI!
Kenapa Instalasi Geotextile Non-Woven Penting untuk Paving Block?
Saat pembangunan jalan berpaving block, seringkali banyak kontraktor yang melupakan aplikasi geotextile non-woven. Padahal, material ini sangat penting digunakan karena fungsi teknisnya untuk mendukung daya tahan dan stabilitas dari struktur paving itu sendiri.
Pasalnya, geotextile non-woven akan bertindak sebagai separator antara tanah dasar (subgrade) dan lapisan agregat (base course), sekaligus membantu menyebarkan beban di atas paving secara merata.
Tanpa adanya material ini, batu split atau pasir bisa tercampur dengan tanah yang menyebabkan terjadinya penurunan kekuatan dan permukaan paving seiring waktu.
Tahapan Cara Instalasi Geotextile Non-Woven untuk Paving Block
Pada praktiknya, instalasi geotextile non-woven pada paving block dibuat dalam enam lapisan. Setiap urutannya harus tepat supaya masing-masing material di dalamnya dapat bekerja dengan maksimal.
Urutan lapisan inilah yang berhubungan erat dengan tahapan cara aplikasi dari geotextile non-woven, berikut adalah penjelasan lengkapnya!
1. Persiapan Lahan
Kunci utama dari paving block kokoh adalah lapisan paling dasarnya atau biasa disebut tanah dasar yang harus diolah dengan tepat.
Di persiapan tanah dasar ini, Anda perlu membersihkan area dari rumput, batu besar, dan sisa konstruksi. Tujuannya agar permukaan tanah bisa jadi lebih rata. Setelah itu, tanah harus dipadatkan segera dengan stamper atau baby roller untuk area pengerjaan yang kecil, atau vibratory padfoot roller untuk skala yang lebih besar.
Tanah yang dipadatkan dapat membuatnya jadi lebih kuat dalam menopang beban di atasnya, baik beban pejalan kaki, kendaraan, maupun lapisan paving itu sendiri.
Bahkan, tahapan ini juga krusial karena membantu menstabilkan lapisan di atasnya, sehingga tidak mudah bergeser, bergelombang, maupun pecah.
2. Pemasangan Geotextile Lapisan Bawah
Setelah tanah dasar sudah berhasil dipadatkan dengan sempurna, maka selanjutnya adalah pemasangan geotextile non-woven di atasnya, sebagai lapisan kedua.
Gelar lembaran geotextile non-woven menutupi seluruh area, kemudian cobalah ditumpang tindihkan minimal 20–30 cm pada sambungan antar lembar. Lalu, potong dan sesuaikan bentuk dengan kontur area kerja yang ditargetkan.
Pemasangan geotextile pada lapisan ini berfungsi sebagai pemisah antara lapisan di bawahnya dengan lapisan atasnya (pasir batu). Tujuannya agar agregat tidak tenggelam ke dalam tanah lunak dan tetap menjaga ketebalan lapisan struktur jalan.
Sifatnya yang permeabel juga dapat mengalirkan air dengan baik, sehingga bisa mencegah terbentuknya genangan di bawah paving block.
3. Penambahan Lapisan Pasir Batu (Base Course)
Kemudian di lapisan setelah geotextile non-woven tambahkan material pasir batu atau base course setebal 15-20 cm. Lalu, ratakan dan padatkan hingga permukaan stabil dan tidak bergelombang.Saat kegiatan ini dilakukan, pastikan geotextile tetap terlindungi dan tidak tergeser ya!
Penambahan pasir batu ini juga tak kalah penting karena tanpa base course, paving akan langsung menerima beban, yang dapat menyebabkan retak, amblas, bahkan hingga bergelombang.
4. Lapisi Kembali dengan Geotextile Non-Woven Bagian Atas
Selanjutnya, lapisi base course dengan geotextile non-woven untuk bagian atas. Meski tidak wajib, penambahan material ini berpengaruh besar untuk mencegah terjadinya butiran halus dari pasir di atasnya, yang dapat menyusup ke celah base course jika tidak ada separator.
Pasalnya, kejadian ini seiring waktu dapat menyebabkan paving jadi tidak rata atau bergelombang.
Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir, sebab geotextile non-woven ini akan membantu untuk menyaring sekaligus mengalirkan air ke bawah, sehingga sistem drainase tetap berfungsi dengan baik serta lapisan tidak tercemar.
5. Penambahan Lapisan Pasir Ayak dan Pemasangan Paving Block
Terakhir, pastikan untuk menambahkan lapisan pasir ayak sebagai lapisan kelima, sebelum paving block dipasang.
Anda bisa menuangkan pasir 3–5 cm di atas geotextile non-woven atas untuk meratakan dasar paving. Selanjutnya, susunlah paving sesuai pola dan pastikan permukaan rata dan kerapatannya baik.
Instalasi geotextile non-woven landscape pada jalan berpaving ini dapat menjadi investasi jangka panjang, karena minim perawatan, mencegah kerusakan dini, serta memperpanjang usia struktur paving secara keseluruhan.
Namun segala keunggulan ini hanya bisa Anda dapatkan dengan mengaplikasikan geotextile non-woven berkualitas tinggi dan material tersebut bisa didapatkan hanya dengan memesannya di Urban Plastic!
Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id