Gunungkidul punya julukan yang terdengar aneh untuk daerah yang curah hujannya tidak sedikit: daerah kering. Padahal hujan di sana turun cukup banyak selama musimnya. Persoalannya bukan air yang tidak datang, melainkan air yang tidak mau tinggal.
Embung Gunung Panggung di Padukuhan Klepu, Desa Tambakromo, Kecamatan Ponjong, berdiri tepat di tengah persoalan itu. Lokasinya di atas bukit di kawasan karst, dan dua kondisi itu digabung menghasilkan salah satu tantangan paling berat dalam menampung air. Karena itu pembahasan tentang penggunaan geomembrane embung Gunung Panggung sebenarnya berangkat dari pertanyaan yang lebih mendasar: kenapa di kawasan seperti ini air begitu sulit ditahan, dan kenapa cara-cara biasa tidak cukup menjawabnya.
Kenapa Air Menghilang di Kawasan Karst
Karst terbentuk dari batu gamping, dan batu gamping punya satu sifat yang tidak dimiliki batuan lain: dia bisa larut.
Air hujan yang sedikit asam melarutkan batu gamping secara perlahan, sedikit demi sedikit, selama ribuan tahun. Yang awalnya cuma retakan rambut melebar jadi celah, lalu jadi rongga, lalu jadi saluran. Hasilnya adalah bentang alam yang kita lihat sekarang di Gunung Sewu. Bukit-bukit kerucut di permukaan, dan di bawahnya jaringan gua serta sungai bawah tanah yang panjangnya berkilo-kilometer.
Karena itu di kawasan karst hampir tidak ada sungai permukaan yang mengalir sepanjang tahun. Airnya ada, tapi mengalir di bawah, sering puluhan meter di bawah kaki kita. Untuk penduduk, ini berarti air yang jatuh di halaman rumah bisa muncul lagi di mata air yang jaraknya berkilometer, di ketinggian yang jauh lebih rendah.
Kenapa Memadatkan Tanah Saja Tidak Cukup
Di tanah biasa, memadatkan dasar kolam bisa cukup membantu menahan air. Partikel tanah dirapatkan, pori-porinya mengecil, dan laju rembesan turun. Di kawasan karst, cara ini menemui batasnya.
Masalahnya bukan di lapisan tanah penutup, melainkan di batuan di bawahnya. Lapisan tanah di atas karst sering tipis, dan di bawahnya ada batu gamping yang sudah berongga. Air yang berhasil menembus lapisan tanah tipis itu akan langsung menemukan celah dan hilang. Memadatkan tanah penutup memang memperlambat, tapi tidak menghentikan. Dan yang membuatnya rumit, jalur kehilangan airnya sering tidak merata. Satu bagian dasar bisa relatif rapat sementara bagian lain tepat berada di atas celah yang menghubungkan ke rongga di bawah.
Karena itu untuk embung di kawasan karst, lapisan kedap buatan bukan pilihan tambahan melainkan bagian pokok dari rancangannya. Geomembrane bekerja dengan logika yang berbeda dari pemadatan: dia tidak mengandalkan kerapatan tanah sama sekali, melainkan membentuk satu bidang menerus yang memisahkan air dari batuan di bawahnya.
Tantangan Tambahan: Posisinya di Atas Bukit
Embung Gunung Panggung berada di atas bukit, dan pengunjung perlu berjalan menanjak sekitar dua ratus meter dari area parkir untuk mencapainya. Posisi ini memberi pemandangan yang bagus, dan itu salah satu alasan embung-embung semacam ini juga berkembang jadi tujuan wisata. Tapi dari sisi teknis, posisi di puncak menambah satu persoalan lagi.
Di dataran rendah, muka air tanah di sekitar kolam biasanya relatif tinggi, sehingga air yang merembes keluar tidak pergi terlalu jauh. Di puncak bukit, kebalikannya. Tidak ada muka air tanah yang menahan, dan air yang lolos langsung turun mengikuti gravitasi sampai jauh ke bawah. Gabungan antara posisi tinggi dan batuan berongga inilah yang membuat embung di lokasi seperti ini paling menuntut dari sisi lapisan kedapnya.
Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memasang Geomembran di Atas Karst
Pemasangan geomembrane embung Gunung Panggung maupun embung lain di kawasan batu gamping punya beberapa tuntutan yang tidak muncul di lokasi dengan tanah biasa.
Permukaan Dasar Harus Benar-Benar Bersih dan Rata
Karst menghasilkan permukaan batuan yang sering tajam dan tidak beraturan. Pecahan batu gamping punya sisi runcing yang bisa menusuk lembaran begitu tertekan beban air. Karena itu permukaan dasar perlu diratakan dan dibersihkan lebih teliti dibanding lokasi dengan tanah biasa. Di banyak proyek, dasar diberi lapisan perata berupa tanah halus atau pasir lebih dulu.
Lapisan Bantalan Hampir Selalu Diperlukan
Geotextile non woven yang dipasang di bawah geomembrane berfungsi sebagai bantalan. Di lokasi berbatu seperti kawasan karst, lapisan ini melindungi lembaran kedap dari kontak langsung dengan batuan di bawahnya. Perannya semakin penting setelah embung terisi, karena tekanan air mendorong lembaran menempel rapat ke permukaan di bawahnya.
Perhatikan Kemungkinan Rongga di Bawah Dasar
Ini hal yang khas karst dan tidak muncul di jenis tanah lain. Rongga di bawah permukaan bisa saja berada tepat di bawah area embung tanpa terlihat dari atas. Kalau rongga itu nanti runtuh atau membesar, bagian dasar embung bisa turun setempat dan menarik lapisan di atasnya.
Karena itu penyelidikan tanah di kawasan karst tidak cukup sekadar mengetahui jenis tanahnya. Perlu dipastikan juga tidak ada rongga besar di bawah rencana lokasi.
Penjangkaran di Tepi Perlu Diperhatikan
Pada embung di puncak bukit, tepi atas sering berupa tanah tipis di atas batuan. Membuat parit penjangkaran di kondisi seperti itu lebih sulit dibanding di tanah dalam. Kalau kedalaman parit tidak memungkinkan, perlu ada cara penjangkaran lain sesuai desain, karena tepi yang tidak tertahan akan tertarik turun begitu embung terisi penuh.
Merawatnya Sama Pentingnya dengan Membangunnya
Di Gunungkidul ada beberapa embung yang setelah beberapa tahun kondisinya menurun dan kurang terawat. Penyebabnya bermacam-macam dan tidak selalu soal teknis. Dari sisi lapisan kedap, ada beberapa hal sederhana yang kalau rutin diperiksa bisa memperpanjang umur embung secara signifikan.
Perhatikan bagian di atas garis muka air. Inilah bagian geomembrane yang terpapar matahari paling lama, terutama saat kemarau ketika volume air menyusut, dan bagian ini pula yang paling cepat menua. Periksa tepi atas secara berkala. Hujan deras bisa menggerus tanah penutup parit penjangkaran, dan kalau dibiarkan lembaran akan mulai terlepas dari jangkarannya.
Tambal sobekan kecil sebelum melebar. Di embung yang juga dikunjungi warga, risiko lembaran tertusuk atau terinjak benda tajam lebih besar. Dan yang paling mudah dilakukan siapa pun, perhatikan pola penurunan muka airnya. Kalau tahun ini airnya habis jauh lebih cepat dibanding tahun lalu pada musim yang sama, kemungkinan besar ada kebocoran yang baru muncul.
Di Karst, Lapisan Kedap Bukan Pelengkap
Penggunaan geomembrane embung Gunung Panggung dan embung lain di kawasan karst berangkat dari kenyataan yang sulit dibantah: batu gamping tidak bisa diandalkan untuk menahan air, berapa pun lama dan kerasnya dipadatkan. Yang bisa diandalkan adalah lapisan buatan yang menerus tanpa celah, dipasang di atas dasar yang sudah bersih dan rata, dengan bantalan pelindung di bawahnya dan penjangkaran yang benar di tepi atasnya.
Tiga hal yang menentukan hasilnya tetap sama seperti embung lain, yaitu dasar yang disiapkan dengan baik, sambungan antar lembar yang diuji, dan perawatan setelah terpasang. Bedanya, di kawasan karst ketiganya menuntut ketelitian yang lebih tinggi karena tidak ada toleransi dari kondisi alamnya.
Dan setelah embung berfungsi, satu hal kecil yang berdampak besar adalah memastikan ada pihak yang jelas bertugas memeriksanya secara berkala. Kebocoran yang ditemukan saat masih kecil hampir selalu bisa ditambal. Kebocoran yang dibiarkan setahun biasanya berakhir dengan pembongkaran.
Pertanyaan mengenai Geomembrane
Kenapa embung di kawasan karst sulit menahan air?
Karena batu gamping larut perlahan oleh air dan membentuk celah serta rongga di bawah permukaan. Air yang menembus lapisan tanah tipis di atasnya langsung hilang lewat jalur tersebut menuju sistem air bawah tanah.
Apakah memadatkan tanah dasar cukup untuk embung di karst?
Tidak cukup. Pemadatan memperlambat rembesan tapi tidak menghentikannya, karena persoalannya ada pada batuan berongga di bawah lapisan tanah, bukan pada tanah penutupnya.
Kenapa embung di puncak bukit lebih menantang?
Karena tidak ada muka air tanah di sekitarnya yang menahan. Air yang lolos langsung turun mengikuti gravitasi sampai jauh ke bawah, berbeda dengan kolam di dataran rendah.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geomembrane merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id.