Anda mungkin sering melihat kantong belanja dengan tulisan “100% Biodegradable” atau “Compostable” saat berbelanja di swalayan besar. Kantong ini sekilas memiliki bentuk, elastisitas, dan fungsi yang sangat mirip dengan plastik kresek pada umumnya. Namun, ajaibnya, kemasan ini diklaim bisa hancur menyatu dengan tanah dalam hitungan bulan.
Banyak konsumen yang penasaran dan bertanya-tanya: sebenarnya plastik ramah lingkungan terbuat dari apa? Bagaimana mungkin sebuah materi yang menyerupai plastik bisa terurai secara alami layaknya daun kering? Mari kita kupas tuntas teknologi di balik inovasi bioplastik ini.
Material Dasar: Menjauhi Minyak Bumi
Plastik konvensional diekstrusi dari bahan baku turunan minyak bumi (petroleum), seperti polyethylene (PE) atau polypropylene (PP). Karena rantai polimernya sangat panjang dan kompleks, mikroorganisme di dalam tanah tidak mampu mencernanya, sehingga plastik ini akan menetap di tempat pembuangan akhir selama ratusan tahun.
Sebaliknya, rahasia di balik bioplastik terletak pada bahan baku organiknya. Jika Anda bertanya plastik ramah lingkungan terbuat dari apa, jawabannya adalah: resin polimer nabati. Di Indonesia, bahan baku yang paling efisien, melimpah, dan berkualitas tinggi untuk pembuatan bioplastik adalah pati singkong (cassava starch).
Proses Transformasi Pati Singkong
Proses pembuatannya melibatkan teknologi rekayasa polimer yang canggih. Pati singkong diekstrak dan kemudian dicampur dengan bahan-bahan organik tambahan, seperti turunan minyak nabati murni (minyak sayur) dan plasticizer alami. Campuran ini kemudian diproses menggunakan mesin ekstrusi dengan pemanasan tingkat tinggi hingga berubah menjadi pelet atau biji bioplastik.
Biji bioplastik inilah yang kemudian ditiup (blown) dan dicetak menjadi lembaran-lembaran kantong belanja. Karena seluruh komponen penyusunnya berasal dari tanaman, rantai karbonnya sangat mudah dikenali dan dipecah oleh bakteri, jamur, serta mikroorganisme pengurai di dalam tanah.
Keamanan Mutlak Tanpa Mikroplastik
Keistimewaan dari material berbahan pati singkong ini adalah fase degradasinya. Saat hancur, material ini tidak pecah menjadi mikroplastik yang beracun. Ia akan terurai kembali ke alam menjadi air, biomassa, dan karbon dioksida. Bahkan, produk ini sangat aman apabila tidak sengaja tertelan oleh satwa liar atau ikan di lautan, karena materialnya akan larut dalam air panas dan asam lambung hewan.
Jika Anda atau perusahaan Anda sedang mencari produk bioplastik berbahan dasar singkong yang sudah teruji klinis dan ramah lingkungan, produk dari Urban Plastic adalah pilihan terdepan. Kami memformulasikan pati singkong terbaik menjadi kemasan yang kuat namun 100% aman bagi bumi.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai Plastik Singkong merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id .