Semenjak dilantiknya presiden baru periode 2024-2029, Prabowo Subianto menugaskan misi besar untuk pemerintahan Kota Jakarta untuk turut berpartisipasi dalam proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa.

Lebih spesifiknya lagi, Jakarta akan  bertugas untuk membangun tanggul sepanjang 19 km dari total proyek GSW sepanjang Banten hingga Gresik sejauh 500 km. Mega proyek jangka panjang ini ditujukan untuk meminimalisir banjir rob akibat kenaikan air permukaan laut karena perubahan iklim di Pantura Jawa.

Dalam rangka mendukung kelancaran program tersebut, pemerintah provinsi DKI Jakarta mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 triliun setiap tahun, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan geosintetik sebagai salah satu material penting kelancaran prosesnya. 

Kira-kira jenis geosintetik apa saja yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW), cek penjelasan lengkapnya pada artikel berikut ini!

Jenis-Jenis Geosintetik untuk Giant Sea Wall

Proyek ambisius “Great Sea Wall” atau “Tanggul Laut Raksasa” bukan hanya menjadi solusi futuristik untuk melindungi wilayah pesisir dari penurunan tanah (erosi) dan banjir, namun juga hadir untuk menyediakan kebutuhan air bersih di area tersebut.

Di Jakarta sendiri, pembangunan Great Sea Wall menghadapi tantangan teknis  yang cukup besar, seperti penurunan tanah yang parah di wilayah pesisirnya. Oleh karena itu, proyek ini membutuhkan material konstruksi seperti beton, pasir laut, dan material lainnya untuk membangun struktur tanggul yang kokoh, termasuk Geosintetik.

Ada beberapa jenis geosintetik yang dapat digunakan dalam mendukung pembangunan Great Sea Wall di Jakarta, mulai dari geomembrane, geotextile (woven dan nonwoven), geobag/geotube, geocell, geodrain, geogrid, hingga geocomposite. Namun beberapa yang paling sering digunakan antara lain adalah:

Manfaat Geotextile Non Woven untuk Optimalisasi Proyek Pengecoran Lahan Irigasi

1. Geomembrane

Geomembrane merupakan produk sintetis yang cukup tipis, namun mampu memberikan lapisan kedap air di bawah tanah sekalipun. Material ini memiliki ciri khas diantaranya adalah:

  • Tahan lama dan awet.
  • Tahan terhadap paparan sinar UV dan bahan kimia berbahaya.
  • Fleksibel dan mudah diperbaiki.

Selain itu, jenis Geomembrane ini juga bervariatif tergantung dari kebutuhannya dalam pembangunan Giant Sea Wall, yaitu:

A. PVC

PVC (Polyvinyl Chloride) adalah jenis geomembrane dengan material bahan kedap air yang dibuat dari vinil, plasticizer, dan stabilizer. Ciri khas dari PVC adalah tahan terhadap robekan hingga abrasi. Jadi cocok digunakan untuk konstruksi saluran irigasi, tempat pembuangan akhir (TPA), membersihkan tanah tercemar, menampung dan mengolah air limbah, hingga pelapis tambak.

B. TRP

TRP (Reinforced Polyethylene) merupakan jenis geomembrane yang menggunakan kain  polietilena yang diperkuat dan dirancang untuk keperluan penampungan air jangka panjang  dalam pengelolaan limbah industri.

Pasalnya, TRP memiliki karakteristik khusus seperti ketahanan terhadap bahan kimia serta ultraviolet.  Jadi cocok digunakan untuk tempat pembuangan akhir (TPA), saluran irigasi, pelapisan kolam penampungan sementara dalam proyek Giant Sea Wall.

C. HDPE

Sedangkan HDPE (High-Density Polyethylene) adalah jenis geomembrane yang memiliki ketahanan tinggi terhadap sinar UV, suhu ekstrem, serta bahan kimia. Selain itu, material ini juga tahan lama dan berbiaya relatif rendah.

HDPE merupakan geomembrane yang paling umum digunakan, karena tersedia dalam ketebalan yang lebih tinggi dibandingkan jenis geomembrane lainnya. Oleh karena itulah, jenis ini sangat cocok untuk proyek pelapisan kolam, saluran irigasi, tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus penutup waduk.

D. LLDPE

Jenis Geosintetik lainnya yang digunakan untuk membangun proyek Giant Sea Wall adalah LLDPE (Linear Low-Density Polyethylene). Ini jenis geomembrane yang dibuat dari resin polietilena murni, menjadikannya kuat, tahan lama, serta tahan terhadap sinar UV dan suhu rendah.

Umumnya, geomembrane ini dipilih karena menawarkan fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan HDPE, namun tetap mempertahankan sifat kedap air, sehingga mampu bertindak sebagai tangki atau tempat penyimpanan cairan.

E. EPDM

Kelima, ada pula EPDM (Ethylene Propylene Diene Monomer)m yaitu geomembrane yang memiliki tekstur seperti karet atau elastis, sehingga menawarkan fleksibilitas, serta ketahanan terhadap sinar UV dan cuaca ekstrem.

Geomembrane ini sangat ideal untuk digunakan di kondisi ekstrem dan mudah dipasang, Jenis inilah yang dibiasanya digunakan sebagai penghalang pada permukaan bendungan, pelapis dan penutup kolam, hingga digunakan dalam pembuatan saluran irigasi.

F. RPP

Terakhir, ada pula RPP (Reinforced Polypropylene) yang terbuat dari kopolimer polipropilena dan diperkuat dengan polyester, sehingga menghasilkan material yang tahan terhadap bahan kimia, fleksibel, dan stabil.

Daya tahan yang tinggi dari RPP ini berasal dari adanya jaring nilon (nylon scrim) di dalamnya, sehingga cocok digunakan sebagai penampungan air jangka panjang hingga penampungan limbah tambang (mine tailings).

pengiriman geotextile non woven

2. Geotextile Non Woven

Selayaknya Geomembrane, Geotextile Non Woven juga banyak digunakan dalam mendukung proyek pembangunan Giant Sea Wall. 

Ini merupakan jenis geosintetik yang lebih ramah lingkungan sekaligus memiliki karakteristik berupa lembaran kain  yang terbuat dari  proses kombinasi mekanis, kimia, serta panas.

Namun, penggunaan Geotextile Non Woven tidak akan sebanyak geosintetik lainnya, karena bobotnya yang ringan, namun tidak akan rusak saat terpapar sinar UV, kondisi ekstrim, hingga paparan bahan kimia, sehingga tetap memiliki tingkat durabilitas yang tinggi.

Itulah mengapa, biasanya Geotextile Non Woven banyak digunakan dalam proyek untuk:

  • Meningkatkan kemampuan saring partikel tanah sambil menjaga aliran air tetap lancar.
  • Menstabilkan struktur tanah.
  • Memperkuat lereng dan membantu infrastruktur irigasi.

Salah satu Geotextile Non Woven yang paling memungkinkan untuk pembangunan Giant Sea Wall adalah Geobag.

Fungsi dan Keunggulan Geobag

Geobag hadir sebagai salah satu jenis andalan dari Geotextile Non Woven berbahan dasar Polypropylene (PP) atau Polyester (PET) berbentuk kantong. 

Bentuknya tersebut memungkinkannya untuk bertindak sebagai wadah bagi berbagai material yang dibutuhkan GSW, seperti material pasir, tanah, batu maupun sirtu.

Kantung ini dijahit dengan benang Nylon D9, sehingga lebih tahan lama, khususnya untuk area pantai yang sering dihantam ombak keras.

Geomembrane dan Geotextile Non Woven Berkualitas untuk Giant Sea Wall hanya di Urban Plastic

Dalam rangka menyukseskan program pembangunan Giant Sea Wall, maka dibutuhkan material yang berkualitas khususnya sebagai pelapis dasarnya, seperti geomembrane dan Geotextile Non Woven.

Kedua jenis material tersebut sudah bisa Anda dapatkan dengan mudah dan terjamin kualitasnya hanya di Urban Plastic. 

Kami sebagai produsen material plastik terkemuka di Indonesia, sudah berhasil menyediakan material plastik untuk berbagai proyek pembangunan besar di Indonesia dan siap untuk kembali mendukung proyek pemerintah untuk menyukseskan program Giant Sea Wall.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id