Pembangunan Bandara Bali Utara dilanjutkan kembali setelah mengalami permasalahan lahan dan pendanaan. 

Proyek Rp 50 triliun ini tidak hanya berperan sebagai bandara, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi baru di Bali Utara dan sebagai alternatif dari padatnya traffic di Bandara Bali bagian selatan, I Gusti Ngurah Rai.

Ada beberapa infrastruktur yang berpotensi dibangun di bandara ini, seperti landasan pacu (runway), terminal, jalur akses penumpang, drainase, dan infrastruktur pendukung bandara lainnya.

Artikel ini membahas permasalahan yang seringkali dialami dalam pembangunan infrastruktur bandara, terutama dalam pemilihan material yang tepat.

Masalah Penguatan Tanah dan Pencemaran Lingkungan

Pembangunan infrastruktur bandara harus memperhatikan material yang tepat dan ramah lingkungan.

Beberapa potensi masalah pembangunan di Bali Utara diantaranya settlement (penurunan tanah) dan bercampurnya limbah, yang dapat mengalami retakan landasan pacu (runway), kebocoran sistem drainase, gangguan stabilitas tanah. dan kerusakan lingkungan yang tidak terkendali.

Guru besar dari Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, Prof. I Made Sara dikutip dari Radar Buleleng mengatakan, jika pembangunan ini menyebabkan pencemaran lingkungan, seperti residu limbah yang bercampur dengan air, tanah, dan lingkungan sekitar.

Oleh karena itu kontraktor atau pekerja proyek pembangunan ini memerlukan material yang tepat. Produk geotextile bisa menjadi solusi dari permasalahan ini.

Geotextile secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu woven dan non woven

Apa Itu Geotextile Woven dan Non Woven?

Geotextile woven adalah geosintetis berbahan dasar polyester (PET) dan polypropylene (PP), dibuat dengan cara ditenun. Pengaplikasiannya banyak di proyek geoteknik (konstruksi dan infrastruktur) sebagai penguatan atau stabilisasi, contohnya sistem drainase dan landasan pacu bandara.

 Sedangkan geotextile non woven terbuat dari material yang sama dengan woven ditambah dengan polietilena (PE), dan beberapa menggunakan nilon dengan  disatukan melalui proses non-tenun, menggunakan teknik press atau pemanasan.

geotextile woven_urbanplastic[1]

Apa Saja Spesifikasi Ukuran Produk Geotextile Non Woven?

Ukuran geotextile non woven biasanya dijual per roll. Contohnya rincian untuk ukuran 150 gsm, berikut.

  • Panjang : 100 meter, lebar : 4 meter, sehingga per rolnya 400 m²
  • Berat : 60 kg
  • Warna : putih
  • Bahan : 100% PET (Polyester)
  • Ketebalan : 150 gsm
  • Diameter : 36,5 cm
  • Berbentuk seperti karpet dengan warna white, grey, dan dark grey.

Jenis ini memiliki lapisan UV secara alami sehingga tahan di bawah sinar UV atau matahari langsung selama 36 tahun, tapi jika ditimbun dalam tanah, bisa bertahan hingga 200 tahun. Selain ukuran di atas, ada variasi ukuran pada gambar berikut

Detail spesifikasi atau ukuran geotextile non woven

Sedangkan khusus untuk non woven berwarna dark grey 150 gsm, spesifikasi ukurannya:

  • Panjang : ± 2 meter (tidak bisa dilipat), lebar : 50 meter
  • Berat : 15 kg
  • Ketebalan : 150 gsm
  • Diameter : ± 28 cm
  • Berbentuk seperti karpet dengan warna white, grey, dan dark grey.

Fungsi Geotextile Non Woven  Berdasarkan Spesifikasinya

  • Untuk curing atau perawatan beton (menggunakan ukuran 150 / 200 gsm).

    • Setelah jalanan atau landasan pacu di cor, akan terjadi perbedaan antara beton bagian atas cepat mengering karena terik matahari sedangkan bagian bawah masih basah, nantinya cor beton akan cepat retak.
    • Maka harus memakai geotextile non woven yang diperciki air beberapa kali untuk membantu melembabkan, keringnya cor beton bagian atas dan bawah akan berbarengan, dan cor beton tidak akan cepat retak.
    • Pemasangan ini juga bisa dilakukan sebelum pemasangan geomembrane HDPE 0.5 mm – 1 mm, jika diperlukan.
  • Separator atau pemisah

    • Sebagai separator antara tanah lama dan tanah baru. Lapisan pertama tanah lama → lapisan geotextile non woven → tanah baru.
    • Hal ini berguna agar tanah baru tidak tercecer karena belum padat.
    • Untuk landasan pacu, disarankan sebaiknya menggunakan ukuran 250 – 300 gsm. 
  • Filtrasi atau Penyaringan

geotextile woven_urbanplastic

Panduan Memilih Geotextile Woven dan Non Woven untuk Pembangunan Bandara Bali Utara

Pemilihan jenis geotextile bergantung pada fokus dan kebutuhan. Jika kebutuhannya pada stabilisasi atau penguatan (reinforcement) beban dan tanah, maka lebih cocok menggunakan geotextile woven

Kekuatan tarikan (tensile properties-nya) tinggi, kurang lebih 70–100 kN/m. Sangat cocok untuk distribusi beban di pembangunan infrastruktur bandara.

Tapi jika kebutuhannya pada penyaringan (filtrasi) dan drainase, maka cocok menggunakan geotextile non woven

Tingkat permeabilitasnya tinggi sehingga sangat cocok jika ingin menyaring air dengan material lainnya seperti pasir. Namun dari segi daya atau kekuatan tarikan, masih lebih rendah daripada geotextile woven.

Pada akhirnya, pemilihan geosintetis yang tepat dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas kontraktor infrastruktur dan pekerja proyek.

Produsen geosintetis (geotextile woven dan non woven) berpengalaman akan selalu menyediakan material terbaik di bidang geoteknik, infrastruktur, dan konstruksi, yang quality control-nya selalu terjaga.

Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id