Geotextile non woven adalah material geosintetis yang terbuat dari polyester (PET) yang diproduksi dengan cara non tenun (tidak ditenun), melainkan dengan cara perekatan, pemanasan, dan menggunakan mesin press, sehingga mampu menahan partikel tanah tapi tetap meloloskan air. Hal ini membuatnya mampu berperan sebagai filtrasi (penyaringan), pelapisan drainase, perlindungan dan pemisahan antara jenis tanah yang berbeda, seperti lapisan dasar (base course) dengan lapisan pasir, pengaplikasiannya bisa untuk pelapisan pada proyek pemasangan jalan paving.

Struktur serat geotextile jenis ini secara umum berbentuk seperti karpet atau kain, sehingga di lapangan banyak dikenal juga dengan sebutan kain atau karpet geotextile non woven. Jika material geotextile ini juga cocok untuk pembangunan jalan paving, lalu pertanyaanya, bagaimana cara pemasangan geotextile non woven landscape di jalan paving? Jika Anda sebagai kontraktor proyek, lembaga atau dinas pemerintah terkait, atau mahasiswa teknik sipil yang melakukan proyek penelitian, artikel ini membahas cara pemasangan geotextile non woven landscape pada jalan berpaving, lengkap dengan ukuran dan spesifikasi teknisnya.

Manfaat Geotextile Non Woven untuk Optimalisasi Proyek Pengecoran Lahan Irigasi
Manfaat Geotextile Non Woven untuk Proyek Konstruksi

Cara Pemasangan Geotextile Non Woven Landscape pada Jalan Paving

Langkah 1: Mempersiapkan dan Mengecek Kondisi Lahan Pemasangan Geotextile

Persiapan dan pengecekan kondisi lahan mencakup beberapa hal, seperti membersihkan tanah dari batu-batuan, genangan air, akar pepohonan, rumput, dan sampah. Tanah juga perlu diratakan dan dihaluskan menggunakan mesin penghalus atau perata tanah. Selain itu juga harus memperhatikan parameter kondisi tanah, ukuran partikel, kondisi kestabilan tanah, beban tekanan dan kekuatan tarik yang diterima, dan kondisi cuaca, suhu, pencahayaan UV, zat kimia. Parameter tersebut digunakan untuk menentukan kebutuhan pemakaian geotextile di pondasi jalan paving dengan lapisan tanah dasar, seperti tanah bergambut, tanah liat, tanah berpasir, berbatu, atau lainnya.

Langkah 2: Pengukuran dan Penentuan Kebutuhan Pemakaian Geotextile Non Woven

Setelah area tanah dasar sudah dilakukan pemadatan awal, selanjutnya menentukan ukuran geotextile non woven secara cermat antara kondisi lapangan dengan spesifikasi geotextile non woven yang akan dipasang. Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan, seperti luas area yang akan dilapisi, sifat geotextile non woven sendiri, dan overlapping atau tumpang tindih antara gulungan karpet geotextile non woven. Misalnya spesifikasi geotextile non woven yang Anda butuhkan berukuran lebar 4 m dan panjang 100 m (sesuai panjang yang sesuai kebutuhan proyek), maka luas areanya 400 m² per rollnya. Jika luas area yang dibuatkan paving block sekitar 6000 m² (0,6 hektar), setidaknya Anda membutuhkan 15 roll geotextile non woven 4 x 100 m². 

Urban Plastic memaparkan spesifikasi dan ukuran geotextile non woven adalah berwarna putih, dengan gramasi antara 150 – 400 gsm. Diameternya juga ikut menyesuaikan tingkat gamasinya. Jika Anda membutuhkan dengan panjang 50 m, dengan lebar kurang lebih 2 m (tidak bisa dilipat) dan 4 m, maka spesifikasi dan ukurannya berwarna dark grey, berat 15 kg, dan ketebalan atau gramasi terdiri dari 500 gsm dan 600 gsm dengan diameter yang menyesuaikan masing-masing gramasi. Anda bisa mengkalkulasikan dan menyesuaikan berapa banyak roll sesuai kebutuhan proyek. Untuk mempermudah, Urban Plastic merangkumnya dalam bentuk tabel dibawah.

Anda bisa menggunakan geotextile non woven dengan ukuran dan spesifikasi dari 150 – 200 GSM. Jika jalan berpaving tersebut hanya akan dilewati oleh orang dan muatan kendaraan ringan, seperti sepeda, sepeda motor, dan mobil.

Langkah 3: Memasang Geotextile Non Woven Landscape Bagian Bawah (Diatas Tanah Dasar)

Pertama, coba untuk merentangkan lembaran karpet geotextile non woven dan pastikan tidak ada lipatan. Jika menggunakan beberapa lembar, sambungkan dengan overlap (tumpang tindih) sekitar 15-30 cm untuk memastikan penyambungan lebih kuat. Dengan menyambungkan pin-U atau sejenisnya untuk mengunci geotextile dan lapisan tanah dasar. Bagian ini sebagai pelindung atau separator antara tanah dasar dan lapisan di atasnya (pasir batu). Disarankan menggunakan geotextile non woven yang memenuhi standar mutu tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan, diantaranya pelapukan, punya kekuatan tarikan atau kelenturan fleksibel, dan tahan terhadap panas.

Langkah 4: Pengisian Material Pasir Batu

Material pasir batu (sirtu) yang digunakan untuk mengisi bagian di atas lapisan geotextile. Pelapisan ini untuk mempermudah pembuatan saluran drainase air yang dapat mencegah genangan air. Sehingga dengan adanya sirtu juga bisa menciptakan kondisi tanah yang stabil dan tidak rawan genangan air sebelum pemasangan paving block.

Langkah 5: Pemadatan Pasir Batu dan Pemasangan Geotextile Non Woven Landscape Lapisan Atas

Perataan tahap 2 ini membuat permukaan pasir batu menjadi lebih stabil saat pemasangan geotextile non woven bagian atasnya (di atas material pasir batu). Diatas lapisan geotextile ditambahkan material pasir ayak. Jenis pasir ini teksturnya halus, biasanya berasal dari pasir sungai yang telah diayak dan dipisahkan dari material atau batu-batu kasar yang tidak diperlukan. Berfungsi untuk perekatan paving block, salah satu tahap akhir konstruksi yang lebih rapi.

Langkah 6: Pemasangan Paving Block

Material pasir yang sebelumnya digunakan sebagai perekat atau landasan paving. Bentuk dan strukturnya bisa menambah kekuatannya saat dilalui kendaraan atau dilewati oleh beban tertentu. .

Langkah 7: Finishing dan Pemeriksaan Keseluruhan

Bagian ini dilakukan untuk mengecek secara keseluruhan dan memastikan jika paving block yang telah dipasang bisa dilewati pejalan kaki atau kendaraan.

pengiriman geotextile non woven
Manfaat Geotextile Non Woven untuk Optimalisasi Proyek Pengecoran Lahan Irigasi

Pemilihan Produk Geotextile Non Woven Landscape untuk Instalasi Jalan Paving

Pemasangannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan proyek Anda. Pemilihan spesifikasi teknis dan harga geotextile non woven yang affordable akan sangat membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas pekerjaan Anda. Pabrik geotextile non woven di Indonesia seperti Urban Plastic berpengalaman menyediakan material geotextile non woven sesuai dengan kebutuhan pembangunan jalan berpaving, dengan quality control-nya selalu terjaga.

Sebagai pendukung utama dalam berbagai proyek infrastruktur dan lingkungan, dengan pengalaman kurang lebih selama 40 tahun di industri ini yang memenuhi standar mutu internasional. Ada juga sejumlah produk geotextile non woven yang telah dikirimkan ke berbagai wilayah di Indonesia dan mancanegara, membuatnya menjadi salah satu pabrik geotextile non woven di Indonesia.

Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 9151 338  (Anna) atau: Email: info@urbanplastic.id .