Jika Anda merupakan orang yang berkecimpung langsung dalam dunia konstruksi dan infrastruktur, tentu sudah tidak akan asing lagi dengan istilah geotextile woven. 

Material ini memiliki peranan yang sangat penting untuk meningkatkan stabilitas dan kekuatan tanah, sehingga efektif dalam mencegah erosi. Namun tahukah Anda, jika material ini memiliki dua jenis khusus yang dapat dibedakan dari warna mereka, yakni putih dan hitam.

Keduanya memiliki karakteristik serta fungsi yang berbeda, sehingga penting untuk memahaminya terlebih dahulu sebelum membeli. Memang apa sih perbedaan geotextile woven putih dan hitam dalam proyek infrastruktur? Cek penjelasan lengkapnya di artikel berikut ini!

1. Material Dasar

Secara umum, geotextile woven merupakan salah satu jenis material plastik yang diproduksi melalui proses tenun benang polimer. Proses ini menghasilkan lembaran kain yang sangat kuat, sehingga bebas robek dan tahan lama.

Namun, benang polimer ini berasal dari material asal yang berbeda, yakni Polypropylene (PP) dan menghasilkan produk berwarna hitam, sedangkan Polyester (PET), berwarna putih.

Polypropylene (PP) 

Geotextile berwarna hitam dihasilkan dari material polypropylene atau biasa dikenal dengan PP, lalu diberikan tambahan carbon black. Tujuannya untuk meningkatkan ketahanan terhadap sinar UV.

Umumnya, geotextile dengan warna ini banyak digunakan sebagai bahan penguat dalam proyek-proyek yang terekspos sinar matahari atau radiasi UV dalam jumlah yang tinggi.

Selain itu, Material ini punya ciri khas tersendiri, seperti sifatnya yang ringan, lebih tahan bahan kimia, serta punya durabilitas yang cukup baik pada lingkungan dengan pH netral hingga basa sekalipun.

Polyester (PET)

Sedangkan, material yang digunakan untuk menghasilkan geotextile putih atau terkadang sedikit keabuan adalah serat polyester yang ditenun menjadi lembaran. 

Material jenis ini dikenal memiliki tensile strength (kekuatan tarik) yang lebih tinggi dibandingkan PP pada gramasi atau bobot yang sama.

Ditambah, geotextile putih ini juga banyak dipilih dalam proyek karena dinilai lebih tahan pada lingkungan dengan pH asam.

pengiriman geotextile non woven

2. Kekuatan Tarik dan Ketebalan

Sifatnya yang kuat dalam menahan tekanan dan gaya, membuat geotextile woven banyak digunakan dalam proyek yang membutuhkan reinforcement (penguatan) pada tanah yang memiliki daya dukung rendah, seperti rentan tercemar bahan kimia, pH ekstrim, hingga tekstur lunak.

Namun, baik geotextile woven putih dan hitam memiliki kemampuan tarik dan ketebalan yang berbeda, dimana:

Geotextile Polypropylene (PP) Hitam 

Kemampuan tarik geotextile hitam terbilang cukup standar, namun sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan umum di proyek konstruksi. Oleh karena itulah, material PP biasanya dibuat lebih tebal dibanding PET atau putih.

Karakteristik seperti ini menjadikannya cocok digunakan pada aplikasi proyek yang lebih umum seperti, penguatan jalan raya, serta konstruksi ringan lainnya yang tidak menuntut kekuatan tarik ekstrem.

Geotextile Woven PET Putih

Berbeda halnya dengan geotextile woven putih, kekuatan tariknya jauh lebih tinggi dibandingkan PP karena serat yang digunakan. Inilah yang membuatnya tetap dapat memberikan performa baik meskipun dengan ketebalan yang lebih tipis.

Sifat ini membuat woven PET lebih efisien, karena mampu menahan beban besar tanpa harus menggunakan material setebal PP. 

Sangat cocok untuk aplikasi di tanah sangat lunak atau lembek, misalnya area rawa atau gambut yang membutuhkan dukungan ekstra agar konstruksi tidak cepat turun atau bergeser.

3. Ketahanan Terhadap Lingkungan

Perbedaan geotextile woven putih dan hitam juga terlihat jelas dari ketahannya terhadap lingkungan. 

Geotextile Polypropylene (PP) Hitam 

Pada geotextile hitam, warna gelap didapatkan dari carbon black yang menjadikannya mampu bertahan lebih lama pada lapangan terbuka, meski terpapar sinar matahari setiap hari.

Selain itu, tipe ini juga dikenal karena ketahannya dalam lingkungan alkali, sehingga cocok diaplikasikan pada wilayah dengan tanah atau air yang memiliki kadar basa tinggi.

Namun, material ini memiliki kelemahan, yaitu ketahanan terhadap creep, istilah untuk perubahan bentuk akibat beban yang bekerja secara terus-menerus dalam jangka panjang. 

Material PP cenderung lebih mudah mengalami regangan permanen dibanding PET bila digunakan pada beban besar dan lama.

Geotextile Woven PET Putih

Berkebalikan dengan sebelumnya, geotextile putih lebih tahan terhadap lingkungan yang asam, sehingga banyak diaplikasikan pada proyek yang berlokasi pada tanah gambut, rawa, atau lokasi dengan kondisi tanah yang bersifat asam.

Material PET memiliki ketahanan creep yang sangat baik dibandingkan PP, itu artinya bentuk geotextile ini tetap stabil dan tidak mudah mengalami perubahan meskipun mendapat tekanan atau beban tarik dalam jangka panjang.

Atas karakteristik inilah, geotextile woven PET banyak dipilih untuk proyek-proyek yang membutuhkan umur pakai panjang serta stabilitas tinggi, seperti timbunan jembatan, tanggul, atau perkuatan lereng.

Manfaat Geotextile Non Woven untuk Optimalisasi Proyek Pengecoran Lahan Irigasi

Beli Geotextile Woven Putih dan Hitam hanya di Tempat Terpercaya

Selain memutuskan untuk membeli geotextile woven yang sesuai dengan kebutuhan proyek Anda, hal yang harus diperhatikan lainnya adalah memilih material tersebut hanya di tempat terpercaya. 

Kabar baiknya, Anda bisa mendapatkan berbagai pilihan geotextile woven putih dan hitam yang terjamin berkualitas hanya di Urban Plastic! Pastikan jangan sampai salah pilih ya!

Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geotextile Non Woven merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338 (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id