Zulkifli dalam artikel bertajuk “Menyigi Pesisir Utara Jawa” mengutip kesan Thomas Stamford Raffles dalam buku The History of Java akan keindahan pantai utara (Pantura) Pulau Jawa, “Pantai utara di beberapa tempat sangatlah indah.” Raffles yang tercatat pernah menjadi Gubernur Letnan Hindia Belanda itu mengungkapkan, kapal-kapal niaga bangsa asing kerap menambatkan jangkarnya di pelabuhan-pelabuhan utama di sepanjang pesisir ini, seperti di Batavia, Cirebon, Pekalongan, Semarang, dan Surabaya.

Pun tidak semata dikenal akan keindahannya, wilayah Pantai Utara (selanjutnya ditulis Pantura) ini juga memiliki banyak potensi. Jalur ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Letaknya yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa merupakan jalur perdagangan laut, baik regional, nasional, maupun internasional. Kawasan ini juga dilintasi jalan nasional yang sekaligus juga adalah jalur perdagangan darat regional, nasional, dan internasional. 

Dari sektor perikanan, wilayah ini sangat cocok untuk budidaya udang vaname, bandeng, dan rumput laut. Berdasarkan catatan Kementerian Kelautan Perikanan, untuk perikanan Jawa Timur saja total produksi perikanan pada 2023 mencapai 1.196.171 ton dengan nilai produksi Rp27,46 triliun. Bahkan untuk ekspor tahun 2024 mencapai US 1,505,41 juta atau 27,99 persen dari total nilai ekspor.

Pengaplikasian Geomembrane pada Atap: Solusi untuk Rumah Lebih Sejuk
pengiriman geomembrane ke wilayah timur

Danantara Siap Kucurkan Dana Rp26 Triliun

Namun di sisi lain disebabkan oleh pengelolaan yang buruk, peralihan ekonomi warga, dan juga perubahan regulasi, menjadikan sektor perikanan khususnya pertambakan menjadi terdampak. Banyak lahan pertambakan yang kemudian kosong sehingga tidak berproduksi lagi. 

Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia pada tahun ini akan merevitalisasi 78.000 tambak kurang produktif di kawasan Pantai Utara Jawa. Program ini dilakukan dalam rangka menggenjot produksi perikanan untuk mendukung ketahanan pangan serta pemenuhan gizi masyarakat melalui protein ikan. Direktur Perikanan Air Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Tinggal Hermawan menjelaskan bahwa revitalisasi ini dilakukan karena banyak tambak di Pantura yang sudah tidak produktif dan kurang menguntungkan bagi masyarakat. Salah satu penyebab utamanya adalah tingginya pencemaran air di kawasan pesisir. 

Program revitalisasi ini dilaksanakan secara bertahap yang dimulai dari Provinsi Jawa Barat. Untuk pengembangan tahap pertama akan menyasar 20.413 hektare tambak yang berada di lahan milik pemerintah di Kabupaten Bekasi, Karawang, Subang, dan Indramayu. Untuk mempercepat implementasi revitalisasi ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan tentang Sinergi Pengelolaan Kelautan dan Perikanan Berbasis Ekonomi Biru di Provinsi Jawa Barat. Nota Kesepakatan ini telah ditandatangani oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi bertempat di Kantor Kementerian di Jakarta (25/6/2025). 

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, “Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) siap mengucurkan dana Rp 26 triliun untuk merevitalisasi tambak budidaya ikan seluas 20 ribu hektare. Sumber pembiayaan ini nanti dari investasi Danantara. APBN hanya sedikit, hanya untuk pemetaan, sementara investasi Danantara akan berupa uang, kira-kira Rp26 triliun.”

Danantara Indonesia adalah badan pengelola investasi strategis yang mengkonsolidasikan dan mengoptimalkan investasi pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Nama daya anagata nusantara sendiri diberikan langsung oleh Presiden ke-8 Republik Indonesia Prabowo Subianto. Daya ‘energi’, anagata ‘masa depan’, dan nusantara merujuk pada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang secara keseluruhan mencerminkan kekuatan dan potensi masa depan Indonesia.

Disarikan dari kanal resmi kkp.go.id, total luas lahan revitalisasi melalui skema Kawasan Hutan untuk Ketahanan Pangan (KHKP) yang akan dilakukan ini kurang lebih menjangkau lahan seluas 20.413, 25 hektare yang tersebar di empat kabupaten. Rinciannya Kabupaten Bekasi seluas 8.188,49 hektare, berada di Kecamatan Babelan, Cabangbungin, Muaragembong, dan Tarumajaya. Kabupaten Karawang seluas 6.979,51 hektare, tersebar di Kecamatan Batujaya, Cibuaya, Cilamaya Wetan, Pakisjaya, dan Tirtajaya. Kabupaten Subang seluas 2.369, 76 hektare, berada di Kecamatan Blanakan, Legonkulon, Pusakanagara, dan Sukasari. Terakhir di Kabupaten Indramayu seluas2.875,48 hektare di Kecamatan Cantigi, Kandanghaur, Losarang, Pasekan dan Sindang (kkp.go.id).

Peran Geomembrane 

Geomembrane sebagaimana didefinisikan oleh Biro Reklamasi Amerika Serikat adalah lapisan atau penghalang membran buatan manusia dengan permeabilitas rendah yang dibentuk menjadi lembaran tipis yang digunakan untuk mengendalikan migrasi cairan. Adapun spesifikasi geomembrane yang diproduksi oleh Urban Plastic ini adalah terpenuhinya Standar GRI atau Global Reporting Initiative dengan ketebalan 0.75 mm – 3 mm, Standar GRI atau Geosystems Research Institute, Standar Geosynthetic Research Institute GM 13, TKDN atau Tingkat Komponen Dalam Negeri 40.81% (projek pemerintah > 40%).

Untuk diketahui bahwa Standar Geosynthetic Research Institute (GRI) GM 13 ini adalah spesifikasi teknis yang dikembangkan oleh Geosynthetic Institute untuk geomembrane High Density Polyethylene (HDPE). Standar ini menetapkan persyaratan kerja minimum untuk geomembrane HDPE yang digunakan dalam berbagai aplikasi termasuk pelapisan, penahan air, dan pengendalian limbah. Dengan terpenuhinya GM 13 dapat dipastikan bahwa geomembrane yang digunakan telah memenuhi standard kualitas dan kinerja yang diperlukan untuk aplikasi tertentu sehingga meminimalkan risiko kegagalan dan kebocoran.

Disarikan dari urbanplastic.id, geomembrane adalah lapisan pelindung kedap air yang biasa digunakan untuk berbagi aplikasi insinyur sipil dan lingkungan. Fungsinya antara lain mencegah kebocoran di landfill atau tempat pembuangan akhir, kolam pertambangan, kolam evaporasi, dan kolam budidaya. Kolam budidaya merupakan struktur buatan atau wadah yang dirancang khusus untuk memelihara dan membesarkan ikan secara terkontrol demi mendapatkan hasil panen.

Selain itu, geomembrane juga dapat digunakan dalam sistem pengelolaan air limbah, sebagai lapisan bawah jalan untuk mencegah rembesan air serta dalam projek reklamasi dan rehabilitasi lahan. Material ini sangat esensial bagi keberlangsungan lingkungan dan dalam mengoptimalkan sumber daya. Secara ringkas, fungsi geomembrane ini ada dua, yakni sebagai lapisan kedap air atau isolator dan sebagai pencegah kembang susut jalan. Geomembrane ini dapat digunakan untuk embung air baku, kolam limbah, tempat pembuangan akhir, geotermal, jalan raya, dan pertambakan. 

Tahapan-tahapan pemasangan geomembrane diawali dengan persiapan tempat kerja, seperti penggalian dan pembentukan fisik kolam. Lakukan grading dan leveling permukaan yang sudah digali sambil memadatkan dasar dan sisi kolam. Selanjutnya adalah tahapan instalasi saluran dan fasilitas penunjang kolam. Dilanjutkan dengan pekerjaan lining lapangan dengan memotong lembaran linear menggunakan shop drawing atau sketsa awal yang dijadikan sebagai panduan dalam pengerjaan teknis di lapangan. Siapkan kantung pasir yang berfungsi sebagai penahan liner agar tidak terbawa angin. Tempel sisi lembaran liner menggunakan aliran udara yang panas. Bersihkan sambungan liner dan lanjut dengan pengelasan sambungan. Terakhir, lakukan pengetesan geomembrane menggunakan metode pressure test dan vacuum test.

Geomembrane Urban Plastic

Salah satu penyedia geomembrane ini adalah PT Urban Plastik Indonesia, yang merupakan perpanjangan tangan dari PT Kapuk Mas Agung Abadi, sebuah nama besar yang telah eksis dan menjalankan roda bisnis di Tanah Air sejak 1977. Dari semula sebagai produsen tali rafia, perusahaan ini terus pun memperkenalkan produk-produk khusus seperti geomembrane, geotextile (woven & nonwoven), geobag/ geotube, geocell, geodrain, geogrid, dan geocomposite. Produk yang sangat direkomendasikan untuk pembangunan tambak ini adalah Geomembrane HDPE 0,5 mm – 1 mm Urban Plastic. Namun untuk hasil yang bagus ada di ketebalan 0,75 mm.   

Meskipun begitu, adanya paparan sinar UV dari matahari dan juga polusi tetap dapat berdampak pada keawetan geomembrane. Untuk itu, pemeliharaan geomembrane harus diikuti dengan inspeksi rutin untuk mendeteksi kerusakan atau keausan. Penting untuk menjaga permukaannya agar bebas dari benda tajam yang bisa merusak. Hindari untuk menempatkan beban berat langsung di atas geomembrane. Jika ditemukan kerusakan atau kebocoran, segera lakukan pengelasan atau perekatan khusus. Pastikan juga drainase di sekitar area baik sehingga tidak terjadi penggenangan air yang berpeluang menciptakan pencemaran.

Kemudian dari sisi tipe HDPE. High Density Polyethyene atau HDPE pada geomembrane ini adalah jenis plastik yang dianggap aman untuk banyak penggunaan. Maka, area pertambakan yang menggunakan material ini juga lazim disebut dengan kolam/ tambak HDPE. Kolam HDPE adalah kolam yang menggunakan lapisan geomembrane berbahan dasar HDPE sebagai pelapis dasar dan dinding kolam. Lapisan ini bersifat kedap air, tahan terhadap berbagai kondisi cuaca dan paparan zat kimia.

Dengan material geomembrane yang berkualitas, akan meningkatkan produktivitas. Setuju?

Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geomembrane merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 811 1721 338  (Ais) atau: Email: info@urbanplastic.id.