Geomembrane untuk proyek geothermal di Indonesia diperlukan untuk kolam penampungan, kolam evaporasi (evaporation ponds), tangki atau kanal pembuangan limbah panas bumi, dan sejenisnya. Pembangunan proyek geothermal (panas bumi) di Indonesia menjadi salah satu proyek penting, karena proyek ini menjadi salah satu pembangkit energi alternatif yang cukup strategis. Pakar Energi Geothermal dari Teknik Geologi UGM, Ir. Pri Utami, M.Sc.,Ph.D., IPM., menuturkan, Indonesia memiliki potensi panas bumi (geothermal) sebesar 23.9 gigawatt atau sekitar 40% dari total potensi panas bumi dunia.
Pembangunan proyek geothermal ini pasti memiliki sejumlah tantangan, diantaranya bagaimana caranya mengatasi limbah pengolahan, tempat penampungan limbah yang tidak bisa bercampur dengan tanah sekitar. Dari permasalahan ini, geomembrane bisa mendukung operasional yang efisien dan ramah lingkungan.
Geomembrane untuk proyek geothermal di Indonesia berfungsi sebagai wadah pemisah antara limbah industri dengan tanah di sekitarnya, demi menjaga kualitas proyek berjalan sesuai rencana. Jika Anda sebagai kontraktor proyek geothermal dan berperan sebagai project manager (manajer proyek), teknisi lapangan, pekerja konstruksi, serta lembaga atau dinas pemerintah terkait, berikut 5 fungsi dan aplikasi geomembrane untuk proyek geothermal disertai dengan cara memilih ketebalannya.
Fungsi Geomembrane untuk Proyek Geothermal Indonesia
Keunggulan geomembrane adalah anti bocor. Pelapis ini mampu menghalangi rembesan air atau cairan kimia (limbah) yang bisa mencemari lingkungan sekitar. Geomembrane adalah material polimer HDPE (High Density Polyethylene), atau material polimer lain seperti LLDPE (Linear Low Density Polyethylene). Material ini berfungsi untuk menahan material air limbah dan mencegah rembesan cairan panas bumi yang mengandung zat kimia berbahaya dari atau ke dalam tanah dan lingkungan di sekitarnya. Berdasarkan data dari Urban Plastic, ketahanan tinggi terhadap rembesan ini disebabkan karena geomembrane memiliki tingkat densitas (kepadatan material) sama dengan atau diatas standarisasi internasional, yaitu ≥ 0.940 gr/cm³.
Kelebihan atau Keunggulan Penggunaan Geomembrane HDPE?
1. Memiliki Ketahanan Suhu Tinggi dan Sinar UV
Geomembrane HDPE tidak mudah rusak meskipun terpapar suhu sampai dengan 80°C atau 353,15 K (Kelvin). Hal ini efektif digunakan untuk proyek geothermal (panas bumi), dimana suhu yang digunakan bisa sangat tinggi . Selain itu, jenis material ini mengandung bahan karbon hitam untuk melindungi dari UV sebanyak 2-3 %.
2. Daya Tahan Tinggi Terhadap Zat Kimia
Geomembrane HDPE memiliki ketahanan pada bahan kimia berjenis sulfur dan silika dari cairan geothermal.
3. Usia Penggunaan Geomembrane sampai 20 tahun-an
Penghematan pembelian bisa dilakukan jika menggunakan geomembrane, dikarenakan penggunaannya bisa sampai 20 tahun-an jika pemasangannya dilakukan dengan benar atau sesuai best practice.
4. Memiliki Kualitas Bahan Berstandar Internasional (ASTM atau GRI)
Standar umum yang digunakan untuk memastikan material geosintetis/plastik berkualitas, seperti geomembrane adalah standar ASTM atau American Society for Testing and Materials berkategori D. Ada beberapa parameter yang digunakan dalam standar uji ini, diantaranya kekuatan tarikan dan daya tahan (tensile properties), berapa banyak kandungan black carbon, ketebalan, dimensi roll, dan lain sebagainya. Selain itu, standar kualitas alternatif untuk geomembrane HDPE adalah Geosystems Research Institute (GRI), dengan menguji beberapa parameter yang tidak tercover oleh ASTM.
5. Pemasangan Mudah, Praktis, Memiliki Tingkat Kelenturan (Fleksibilitas) Tinggi
Geomembrane untuk proyek besar seperti geothermal difasilitasi dalam bentuk roll untuk memudahkan pengangkutannya ke lokasi. Faktor tingkat kemudahan dan kepraktisan lainnya adalah gramasi atau berat per meter perseginya relatif lebih ringan. Jika penggunaannya dalam jumlah banyak dan membutuhkan sambungan antar geomembrane, bisa menggunakan mesin las geomembrane dengan welding rod.
Dengan kemudahan dan fleksibilitas ini, penggunaannya di proyek geothermal bisa meningkatkan efektivitas pekerjaan. Urban Plastic menjelaskan, Geomembrane HDPE sangat fleksibel dan memungkinkannya beradaptasi dengan permukaan atau kontur tanah yang tidak rata. Pemaparan ini diperkuat dengan hasil pengujian tensile properties seperti sifat tarikan dan elastisitasnya, menjadikannya lebih lentur dan tidak mudah robek. Keunggulan seperti ini bisa mengurangi kerusakan saat pemasangan. Dengan keunggulan-keunggulan yang disebutkan sebelumnya, membuat biaya perawatan rendah, sehingga mengurangi biaya dalam jangka panjang.
Aplikasi Geomembrane untuk Proyek Geothermal di Indonesia
Ada beberapa penggunaan geomembrane untuk geothermal, namun di tulisan ini hanya membahas 5 aplikasi geomembrane untuk proyek geothermal di Indonesia, seperti:
1. Pelapisan Kolam Evaporasi (Evaporation Ponds)
Geomembrane digunakan untuk melapisi kolam penampung sisa cairan pengeboran panas bumi. Geomembrane HDPE menjaga agar zat kimia berbahaya tidak mencemari lingkungan di sekitarnya, seperti merusak ekosistem flora dan peralatan proyek lainnya.
2. Melapisi Kolam Penampungan (Retention/Containment Ponds) dari Kebocoran Percampuran Material
Material ini bisa digunakan untuk tempat penampungan sementara air hasil pendinginan sebelum dibuang atau digunakan kembali. Geomembrane bisa menjaga volume air agar tetap stabil dan dapat mengurangi pengisian ulang berulang kali.
3. Pelapisan Tangki atau Kanal Pembuangan Limbah Panas Bumi
Untuk melindungi tangki dan peralatan infrastruktur terkait dari korosi dan erosi yang disebabkan oleh zat kimia dan kondisi lingkungan lainnya, serta memastikan tidak ada kebocoran limbah panas bumi ke lingkungan. Perlindungan ini dapat mengurangi perbaikan dan penggantian komponen yang mahal.
4. Lapisan Pelindung Area Pengeboran (Drilling Ponds)
membutuhkan suatu penampungan air, supaya air tidak mengalir kemana mana maka dibuatlah kolam penampungan untuk memudahkan dan tidak menghambatnya proses pekerjaan.
5. Sistem Drainase dan Penampungan Sementara
Dalam konstruksi dan operasi, geomembrane juga digunakan sebagai lapisan pelindung pada area kerja atau penyimpanan material bor.
Cara Memilih Ketebalan Geomembrane untuk Proyek Geothermal Indonesia
Ketebalan geomembrane untuk proyek geothermal di Indonesia penggunannya berkisar dari 1,5 mm sampai 2 mm. Semua ini bergantung pada analisis kebutuhan, seperti seberapa kuat atau reaktif zat kimia yang digunakan, panasnya sampai berapa derajat celcius, kondisi lingkungannya apakah datar, miring, dan sebagainya.
Kapan Penggunaan Geomembrane HDPE 1,5 mm?
Ketebalan 1,5 mm dibutuhkan untuk pelapis kolam penampungan dan drainase air panas dengan kandungan kontaminasi zat kimia berada di ambang toleransi rendah sampai tinggi (sedang), artinya masih tidak terlalu menimbulkan dampak bahaya besar ke lapisan tanah. .
Kapan Penggunaan Geomembrane HDPE 2 mm?
Jika memilih ketebalan dibawahnya, zat kimia berbahaya mudah menembus ke tanah, perlu pemasangan secara double juga. Ketebalan 2 mm ini lebih pas digunakan untuk melindungi kolam evaporasi yang menampung cairan panas bumi dengan lingkungan sekitarnya. .
Kapan Penggunaan Geomembrane HDPE > 2 mm?
Diterapkan jika lokasi proyek berada di zona dengan risiko tinggi terhadap tekanan mekanik atau pergerakan tanah, suhu tinggi, dan kandungan zat kimia level tinggi. Akhirnya fungsi dan aplikasi geomembrane untuk proyek geothermal Indonesia selalu mempertimbangkan banyak hal, diantaranya memiliki tingkat kepadatan ≥ 0.940 gr/cm³. Selain itu harus mampu mencegah rembesan dan kebocoran air (kedap air), memiliki tingkat fleksibilitas tinggi (tidak mudah robek), tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem seperti hujan, panas, dan zat kimia di proyek geothermal.
Anda perlu memperhatikan kemudahan pemasangannya, mematuhi standar mutu produksi dan kualitas, serta penggunaannya fleksibel pada proyek geothermal yang memiliki kepatuhan tinggi terhadap spesifikasi dan standar keamanan. Dengan menyesuaikan standar kebutuhan di atas dengan kondisi lapangan, maka permasalahan dan tantangan penampungan limbah, pelapisan tangki, lapisan pelindung lainnya, dan sistem drainase bisa diatasi dengan biaya perawatan rendah. Dampaknya dapat mengurangi biaya dalam jangka panjang.
Perusahaan PT. Urban Plastik Indonesia adalah Pabrik Plastik di Indonesia yang menjual produk-produk plastik seperti Tali Rafia, Plastik Cor, Plastik Sampah, Plastik Mulsa, Selang Irigasi, Plastik Singkong, Kantong Mayat, Karung Plastik, Geotextile Non Woven, Geomembrane, Geobag, Welding Rod, biji plastik, terpal plastik, Geogrid dan Geomat. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Geomembrane merk Urban Plastic, silahkan hubungi melalui: Whatsapp/Mobile Phone : +62 822 9933 3938 (Panni) atau: Email: info@urbanplastic.id .