Geotextile Non Woven adalah selembar plastik berbentuk seperti karpet yang biasanya berwarna putih, dan bronjong adalah (jika melihat dari gambar di samping ataupun di bawah) adalah anyaman berkawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis dimana anyaman tersebut berbentuk seperti kotak atau balok dan di bagian dalam bronjong tersebut diisi dengan batu-batu besar.  Bronjong ini biasanya digunakan untuk mencegah erosi dan menahan longsor.

Biasanya bronjong banyak terlihat di tepi sungai ataupun tepi tanggul dimana fungsinya adalah untuk melindungi dan memperkuat struktur tanah di sekitar tebing.  Bronjong juga banyak digunakan untuk menjaga area tepi sungai dari arus sungai yang lebat sehingga bantaran sungai tidak akan mudah hancur, dan air sungainya meluap keluar dan menyebabkan banjir.  Karena itulah, bronjong biasanya banyak digunakan untuk penanggulangan banjir.

Untuk proses pembangunannya, bronjong yang sudah diisi dengan batu kali akan disusun bertingkat seperti anak tangga.  Nah, biasanya Geotextile Non Woven akan ditempatkan diantara tanah dan bronjong itu sendiri.  Fungsi Geotextile Non Woven sebagai separator dan juga filtrasi menyebabkan tanah tidak akan ikut terbawa aliran air sehingga volume tanah masih akan tetap terjaga dengan baik dan juga air akan tetap dapat mengalir dengan baik.

Fungsi Geotextile Non Woven Pada Bronjong Untuk Pengendalian Banjir

Jadi Geotextile Non Woven merk Urban Plastic terbuat dari bahan Polyester serat Panjang, dimana ini adalah bahan plastik yang sangat kuat karena telah melalui berbagai proses pemanasan sehingga menyebabkan daya tariknya sangat kuat.

Salah satu fungsi utama Geotextile Non Woven adalah sebagai filtrasi karena Geotextile Non Woven memiliki permeabilitas (ukuran lubang bukaan pori-pori) yang cukup besar sehingga dapat menahan butiran-butiran tanah dan mencegah migrasi butiran tanah melewati lapisan Geotekstil Non Woven tersebut.

Karena Geotextile Non Woven berbentuk seperti karpet dan memiliki pori-pori yang sangat kecil inilah, biasanya Geotextile Non Woven ini diletakkan diantara tanah dan bronjong sehingga mampu menyaring atau mem-filter berbagai jenis ukuran tanah.

Jadi pertama-tama, jika kita melihat gambar-gambar di bawah, maka di bantaran atau tepi sungai, akan digali.  Lalu sebelum dimasukkan bronjong, maka terlebih dulu akan dilapisi Geotextile Non Woven.  Biasanya Geotextile Non Woven yang digunakan adalah yang bergramasi 150 sampai 300 gsm.  Lalu setelah itu barulah ditaruh bronjong di atas lapisan Geotextile Non Woven tersebut.

Bantaran sungai yang menggunakan Bronjong yang dilapisi Geotextile Non Woven ini sangat cocok untuk pengendalian banjir, karena Geotextile Non Woven yang diletakkan di antara tanah dan bronjong, sangat berguna untuk mem-filter butiran-butiran tanah kasar untuk tidak lolos menuju sungai atau kali.

Dengan demikian, bantaran sungai memiliki struktur tanah yang sangat kuat dan tidak akan mudah hancur.  Jika mudah hancur, maka air sungai akan meluap keluar dan menyebabkan banjir bandang dan merugikan penduduk-penduduk setempat.

Oleh karena itulah, sangat penting menggunakan Geotextile Non Woven pada Bronjong untuk mengendalikan banjir.  Cara pencegahan ini sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari sebelum musim hujan, dan sebaiknya dilakukan di daerah yang rawan banjir, atau yang belum memiliki tanggul sungai yang kuat.

Jika memiliki tanggul sungai yang kuat maka dapat mencegah erosi di kemudian hari.  Untuk informasi lebih lengkap mengenai Geotextile Non Woven pada Bronjong untuk mengendalikan banjir, maka hubungi kami sekarang juga melalui: Whatsapp/Mobile Phone: +62 822 9933 3938 (Ratna) atau https://wa.me/6282299333938, atau: Email: info@kapukmas.com.