Pernah dengar istilah geogrid? Istilah ini sering digunakan oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia teknik sipil hingga pertanian yang berhubungan dengan sudut kemiringan tanah. Sebab, memang geogrid dirancang khusus untuk keperluan modifikasi sudut kemiringan tanah atau ketidakstabilan lereng. Lantas, apa yang dimaksud dengan geogrid?

Geogrid merupakan salah satu produk geosintetik yang terbuat dari bahan polimer dan berfungsi sebagai perkuatan tanah, stabilisasi, dan pengkontrol erosi. Berbeda dengan geotextile yang pengguaannya sudah cukup populer, geogrid tidak memiliki fungsi sebagai separator, penyaring, dan penghalang air. Sebab, bentuk dari geogrid berupa lembaran berlubang persegi yang berjarak.

Pemasangan geogrid dimulai dari lapisan tanah dasar, kemudian diuruk. Selanjutnya, geogrid dipasangkan dan dirapatkan membentang, serta disusun berlapis-lapis ke atas tanahnya hingga ketinggian yang ditentukan. Dengan begitu, geogrid bisa berfungsi untuk memelihara stabilisasi tanah dengan tarikannya dan tingkat kemulurannya yang kecil.

Pada jenis geogrid lainnya, seperti geogrid uniaxial yang diaplikasikan pada kemiringan sudut tanah, geogrid bisa memberikan perkuatan terhadap sistem perkuatan jurang. Sehingga, bisa menjadi penahan jurang atau timbunan dengan wilayah yang lebih miring, lebih tegak, bahkan lebih sempit. Jadi, setiap jenis geogrid memang memiliki fungsi yang sama dengan manfaat dan peruntukkan yang berbeda-beda.

Cara kerja geogrid adalah dengan mengunci atau interlocking agregat, sehingga timbunan tanah di atasnya dapat lebih kaku dan mendistribusikan beban dari atas ke seluruh permukaan agar lebih merata. Dengan begitu, tanah jadi lebih kuat menahan beban di atasnya, tidak mudah longsor, tidak mudah erosi, dan tetap stabil. Tak heran, jika geogrid banyak diaplikasikan pada pekerjaan konstruksi perkuatan lereng, sistem dinding penahan tanah, timbunan di tanah gambut, bendungan, tempat pembuangan sampah, konstruksi rel kereta api, dan sebagainya.

Pemanfaatan geogrid sebenarnya memiliki banyak keuntungan. Pertama, tahan terhadap lingkungan yang mungkin dapat merusak material. Segala sesuatu yang dapat merusak material tanah, nantinya dapat ditahan dan dihilangkan oleh geogrid. Dengan catatan, pemasangan yang dilakukan harus pada posisi yang tepat.

Kedua, material jadi lebih awet dan tahan lama. Hal ini berkaitan dengan keunggulan pertama, yaitu geogrid dapat menahan sesuatu yang merusak material. Sehingga, pemasangan geogrid juga membuat material lebih awet dan tahan lama karena terlindungi oleh sesuatu yang dapat merusaknya. Sekali lagi, pemasangannya harus tepat.

Keuntungan lainnya dari penggunaan geogrid adalah mudah dalam pemasangan dan lebih murah biayanya. Jika membutuhkan waktu pengerjaan yang singkat dengan kualitas perkuatan yang tinggi, geogrid bisa dipilih, karena pemasangannya yang sangat mudah dan biayanya yang relatif murah. Penanganan akan kerusakan dan perawatannya lebih mudah, tidak butuh waktu lama.

Berbicara mengeai harga dan kualitas memang tidak bisa menipu. Ada harga, tentu saja ada kualitas. Untuk material struktur proyek seperti geogrid, sebaiknya carilah material berdasarkan kualitas, bukan berdasarkan harga. Hal ini karena kegunaaan material geogrid yang sangat penting dan vital sebagai penahan beban. Jika tidak bertahan lama, pasti biayanya akan makin besar untuk perbaikan.

Untuk itu, tips dari kami, carilah toko jual geogrid yang berpengalaman dan terbukti menjual geogrid yang berkualitas agar tidak ada penyesalan di kemudian hari. Harga geogrid yang ditawarkan di toko jual geogrid biasanya berbeda-beda tergantung dari jenis yang dibutuhkan dan ukuran kekuatannya. Semakin tinggi daya tahan bebannya, maka semakin tinggi pula harganya.

 

Open chat
1
Hallo, Selamat datang di Urban Plastic.